terima kasih atas kunjunganya, silakan tinggalkan pesan

Mendaftarkan Situs ke Search Engine

Sahabat Andalas — Tips dan Trik @ 1/27/2012

Rumahweb: Salah satu nilai lebih dari suatu website adalah terdaftar pada search engine populer sehingga mudah ditemukan dan tentu saja akan mendatangkan traffic yang lebih besar. Cara untuk terdaftar pada sebuah search engine sebenarnya cukup mudah meskipun Anda tidak dapat menyulap situs Anda untuk masuk ke halaman pertama index pencarian.

Hal – hal yang Harus dipenuhi
Untuk dapat masuk dalam daftar pencarian search engine, website Anda harus memenuhi beberapa persyaratan berikut :
Website Anda harus mengandung unsur text
Search engine membaca file non-binary pada website Anda. Text – text yang terdapat di dalamnya akan disimpan dalam database search engine tersebut sehingga akan muncul pada pencarian dengan kata kunci yang relevan dengan isinya. Sangat tidak disarankan membuat suatu website dalam full flash karena teknologi search engine saat ini tidak dapat membaca file flash
Lengkapi header di setiap halaman
Header yang terdiri dari title, meta description, dan meta keyword harus diisi dengan kata – kata yang relevan dengan isi website. Hal ini semakin memudahkan search engine untuk menyimpan isi halaman website Anda dalam databasenya.
Buat semua halaman dengan lengkap
Sebelum Anda mulai mendaftarkan website Anda pada search engine, silahkan buat seluruh halaman dengan lengkap. Jangan sampai ada deadlink. Biasanya search engine tidak banyak mereferensikan hasil pencariannya pada website yang masih terdapat banyak deadlink.
Sebaiknya membuat sitemap
Untuk mempermudah search engine menemukan halaman – halaman pada website Anda, buatlah sitemap yang berisi link ke seluruh halaman dalam website tersebut.
Tambahkan tag alt pada link image
Tag alt pada image yang berkait (memiliki link) akan memudahkan search engine untuk mengcrawl halaman yang dituju oleh link tersebut.
Mendaftar di Google
Google memiliki banyak fasilitas untuk mendaftarkan website dan memasukkannya ke dalam index pencariannya. Untuk mendaftarkan suatu website di Google dapat memilih salah satu cara yang terdapat di halaman : http://www.google.com/intl/en/submit_content.html
Biasanya untuk website baru, Anda disarankan untuk mendaftarkannya melalui http://www.google.com/addurl/?continue=/addurl
Mendaftar di Yahoo
Untuk mendaftarkan situs Anda di Yahoo, dapat dilakukan melalui : http://search.yahoo.com/info/submit.html
INGAT! Tidak ada jaminan
Perlu diingat bahwa tidak ada jaminan website Anda akan masuk ke index pencarian Google, Yahoo, maupun search engine lain. Masing – masing search engine memiliki mekanisme seleksi, crawl, dan indexing yang berbeda – beda.
Cara termudah untuk dapat masuk pada index pencarian adalah melalui link. Tambahkan link ke website Anda dari website lain yang halaman – halamannya telah masuk ke index pencarian.

Read More......

Polemik SOPA & PIPA: Apa Imbas untuk Indonesia?

Sahabat Andalas — Berita @ 1/19/2012

Detik: Sejumlah penggiat layanan internet dunia, seperti Google hingga Wikipedia, tengah kasak-kusuk lantaran keberadaan rancangan Undang-undang Anti Pembajakan Online yang kini tengah digodok di Amerika Serikat. Kedua aturan yang dimaksud adalah Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA).

Menurut advokat dari Sheyoputra Law Office, Donny A. Sheyoputra, kedua UU itu sejatinya sudah lama disiapkan. Hanya saja, baru ramai dibicarakan sekarang lantaran tengah dalam proses finalisasi. Toh, sejak proses awalnya yakni ketika masih disusun, yang menentang juga banyak.

"Intinya, itu adalah UU yang bertujuan untuk memperkecil peluang pembajakan terutama melalui sektor online atau internet. Masalahnya, sering kali pembajakan lewat internet kan gak disengaja terjadi. Itu membuat sebagian kalangan menentang. SOPA itu lebih ke arah internet piracy dan PIPA lebih sebagai kebijakan umum agar IP ditegakkan," jelasnya.

Dilansir Venture Beat, SOPA dijabarkan nantinya memperbolehkan pemerintah AS dan perusahaan pemegang hak cipta untuk menargetkan situs asing alias dari luar AS yang dianggap melakukan pelanggaran, pembajakan atau pemalsuan kekayaan intelektual.

Contohnya, jika ada website yang dituding memiliki konten ilegal yang melanggar hak cipta (termasuk di antaranya lagu, gambar, video klip, dan lainnya), maka situs tersebut dapat diblokir oleh ISP di AS, tak dicantumkan dari mesin pencarian, dan bahkan dihadang untuk menjalankan bisnis online dengan penyedia jasa pembayaran seperti PayPal.

Tak pelak, melihat berbagai kemungkinan yang bisa dilakukannya, banyak pihak yang mengkhawatirkan implementasi dari UU ini. Sebab secara drastis akan mengubah cara internet beroperasi.

"Kalau terang-terangan jual produk bajakan, jelas cocok dipidana dengan itu. Tapi kalau diterapkan mentah-mentah, maka yang tidak sengaja melanggar pun bisa kena. Misalnya membuat tulisan tetapi lupa menulis sumber kutipannya. Itu bisa menakutkan sehingga Wikipedia termasuk yang protes," imbuh Donny.

"Jadi yang dianggap berbahaya adalah peluang terjadinya penyalahgunaan UU itu terhadap mereka yang sebenarnya tidak sadar melakukan pelanggaran hak cipta karena tidak tahu," lanjutnya.

Ditarik ke Indonesia

Lalu bagaimana dampaknya ke Indonesia? Menurut mantan Kepala Business Software Alliance (BSA) Indonesia ini, imbasnya kemungkinan cuma dirasakan secara tidak langsung. "Misalnya kalau Wikipedia tutup di sana (AS-red.), berarti kita di sini (Indonesia-red.) tidak bisa mengaksesnya kan?" papar Donny.

Ulah dari pemasang iklan yang menawarkan produk atau materi bajakan juga bisa menyeret pemilik situs. Dimana akhirnya penyedia space (pemilik situs) bisa ikut-ikutan dituduh membantu promosi iklan barang bajakan.

"Nah, ini yang tidak adil. Padahal internet adalah dunia maya yang maju sangat pesat, sulit dibendung. Tetapi UU ini memudahkan orang jadi kesandung masalah hukum karena terlalu luas cakupannya," Donny menjelaskan.

Sementara penggiat internet di Indonesia dinilai belum tentu bisa dipidana karena mereka berdomisili di Indonesia. Tetapi kalau mereka di AS dan melakukan pelanggaran hukum di sana, maka UU ini bisa menjerat mereka.

"Kalau ditinjau dari perbedaan sistem hukum kita dan AS, maka sebenarnya kita tidak terlalu terpengaruh dengan UU itu karena berlakunya lebih ke arah AS. Tetapi karena internet tidak ada batasnya, ini menjadi problem tersendiri," pungkasnya.

Perdebatan soal SOPA dan PIPA sendiri di AS sana mengerucut pada dua kubu. Yakni para pendukung aturan ini yang datang dari kalangan industri hiburan dan Chamber Commerce AS. Mereka beragumen, pembajakan telah mengusik bisnis mereka sehingga perlu adanya UU semacam ini.

Sementara di sisi berlawanan ada penggiat layanan internet. Mulai dari Google, Wikipedia, WordPress, hingga Twitter yang dengan lantang menentang.

Read More......

Bat aid: Feds develop tool to predict activity at wind farms

Sahabat Andalas — Berita @ 1/16/2012

ZDnet: By predicting how weather conditions might affect bat activity patterns, visualization software helps wind operators adjust turbine speeds in bid to reduce fatalities

In response to ongoing concern over how wind turbines and installations affect bat migrations and populations, the U.S. Department of Agriculture’s Forest Service has developed an interactive software modeling tool.

The software, developed by the Pacific Southwest Research Station, uses data about changes in weather conditions, such as the direction of wind currents, to predict and visualize how changes might increase or decrease the chances of bat activity near turbines.

The idea is that wind technology operators might be able to adjust the turbine speeds to decrease the chances of bat fatalities or mishaps, according to federal researchers.

The tool correlates data about bat echolocation calls with historical data about weather conditions. The combined data produces graphs that wind operators can use to adjust turbine operations. That information has helped researchers predict bat presence during those conditions. The study was conducted at the wind energy facility in the San Gorgonio Pass Wind Resource Area new Palm Springs, Calif.

Said Ted Weller, the researcher and ecologist who led the study upon with the tool is based:

“Increasing the wind speed at which turbines begin to spin and produce energy to the grid has proven to be an effective way to reduce bat fatalities. However bat activity levels depend on more than just wind speed. Our work demonstrates the use of a decision-making tool that could protect bats when fatality risk is highest while maximizing energy production on nights with a low chance of fatalities.”

Now, if the feds could just convince more wind operators to make use of this data.

Kick off your day with ZDNet's daily e-mail newsletter. It's the freshest tech news and opinion, served hot. Get it.

Read More......

Mengapa Mark Zuckerberg Tidak Kagumi Microsoft?

Sahabat Andalas — Berita @ 1/16/2012

Kompas: Pendiri dan CEO Facebook Mark Zuckerberg mengaku kagumi Amazon, Apple dan Google. Mengapa Microsoft, rekanan dan salah satu investor Facebook, tidak disebut?

Seperti disebutkan ZDnet, Microsoft adalah investor terbesar di Facebook. Pada Oktober 2007 silam, Microsoft merogoh kocek 240 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,16 triliun untuk membeli 1,6% saham Facebook.

Saat menjual 1,6% kepada Microsoft itu, Facebook menolak tawaran investasi dari Google. Hal ini tentu sangat menyakitkan bagi Google, karena mungkin Google tidak akan bisa membeli saham Facebook. Apalagi Microsoft sudah menjadi investor terbesar di Facebook.

Facebook dan Microsoft bisa disebut sebagai mitra yang solid. Tahun lalu, keduanya meluncurkan beberapa inisiatif dan fitur baru.

Salah satunya adalah aplikasi online pendukung produktivitas kerja dan bisnis bernama Docs.com, yang akan menyaingi Google Docs dari Google. Nantinya, pengguna Docs.com bisa berbagi dokumen dengan teman Facebook lainnya.

Di sisi lain, Facebook dan Microsoft juga bersaing dalam hal iklan. Facebook disebut mampu mencuri pangsa pasar iklan Microsoft.

Jadi, kenapa tidak ada Microsoft di daftarnya? Ini persoalan pandangan pribadi Zuckerberg yang menelisik sejarah, budaya kerja, dan produk dari ketiga perusahaan yang dikaguminya, yakni Amazon, Apple dan Google.

Zuckerberg menilai Amazon sebagai perusahaan yang tergolong baru, didirikan pada 1994, namun fokus mengembangkan diri untuk jangka panjang.

Sementara Apple, dinilai sangat luar biasa dalam menciptakan dan menjaga kualitas produk. Begitupun dengan Google, yang konsisten menjaga kualitas produk.

Pada akhirnya, memang sepenuhnya hak Zuckerberg untuk menyatakan siapa yang ia kagumi.

Read More......